Aceh Selatan — Suasana pagi di halaman MAN 3 Aceh Selatan tampak penuh semangat dan khidmat saat seluruh warga madrasah mengikuti upacara bendera rutin hari Senin. Kegiatan tersebut diikuti oleh dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa dengan tertib dan penuh antusias.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Rahmi, S.Pd.I membuka amanatnya dengan sapaan yang langsung membangkitkan semangat peserta upacara.
“ Apa kabar MAN 3 Aceh Selatan?” ujar beliau.
Dengan kompak, para peserta upacara menjawab, “Cerdas, Mandiri, Islami!”
Momentum tersebut menjadi awal dari amanat inspiratif bertema “Hati-Hati dengan Karatmu”. Dalam penyampaiannya, Ibu Rahmi mengajak seluruh siswa untuk menjaga diri dari berbagai kebiasaan dan pola pikir negatif yang dapat menjadi “karat” dalam kehidupan.
Beliau mengibaratkan manusia seperti besi yang kuat dan bernilai tinggi. Namun, besi yang dibiarkan tanpa perawatan akan perlahan berkarat hingga akhirnya rapuh dan hancur. Analogi tersebut menjadi pesan mendalam agar para siswa terus merawat diri, akhlak, dan masa depan mereka.
“Tidak ada yang dapat menghancurkan besi selain karatnya sendiri, dan tidak ada yang dapat menghancurkan diri kita selain pikiran dan emosi kita sendiri,” pesan beliau di hadapan peserta upacara.
Dalam amanatnya, Ibu Rahmi menjelaskan empat “karat kehidupan” yang perlu dihindari, yaitu pikiran negatif, kebiasaan buruk, ketidaktahuan, dan komunikasi yang buruk. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup disiplin, menggunakan gadget secara bijak, rajin belajar, serta membangun komunikasi yang santun dan penuh empati.
Menariknya, beliau turut memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan kreatif, seperti belajar desain grafis, editing video, public speaking, coding, fotografi, hingga pengembangan kemampuan digital lainnya yang dapat mendukung pendidikan dan masa depan.
Amanat yang disampaikan dengan penuh semangat tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh peserta upacara. Tidak hanya menjadi pengingat untuk menjauhi hal-hal negatif, tetapi juga menjadi motivasi agar siswa terus berkembang menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak Islami.
Menjelang akhir amanat, Ibu Rahmi menutup pesannya dengan pantun motivasi yang disambut hangat oleh peserta upacara.
Pergi ke taman memetik melatiTidak lupa singgah membeli jamuKalau ingin hidupmu lebih berartiHilangkan karat dalam dirimu
Melalui kegiatan upacara rutin ini, MAN 3 Aceh Selatan terus menanamkan nilai kedisiplinan, karakter positif, serta motivasi kepada seluruh siswa sebagai bekal dalam meraih masa depan yang gemilang.