Aceh Selatan — Upacara bendera rutin dilaksanakan oleh keluarga besar MAN 3 Aceh Selatan pada Senin (21/09/2026). Kegiatan berlangsung tertib dan diikuti oleh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Nevri Isnaliza, S.Pd menyampaikan amanat dengan tema “Bercanda Boleh, Menyakiti Jangan.” Pesan tersebut mengajak seluruh peserta didik untuk lebih bijak dalam bercanda, menjaga perasaan teman, serta menghargai batasan orang lain.
Dalam amanatnya, disampaikan bahwa bercanda dan tertawa bersama teman merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, candaan tetap memiliki batas. Menjadikan kekurangan teman sebagai bahan tertawaan, mempermalukan teman di depan orang lain, maupun menyebarkan foto atau video teman untuk ditertawakan dapat menimbulkan rasa malu dan menyakiti perasaan
“Bagi kita mungkin 10 detik bercanda, bagi orang lain, rasa malu itu bisa diingat jauh lebih lama.”
Peserta didik juga diajak untuk belajar memahami perasaan orang lain. Ketika seorang teman sudah mengatakan “sudah, jangan”, maka candaan sebaiknya dihentikan. Sikap saling menghargai dan memiliki empati menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan madrasah yang nyaman.
Selain itu, disampaikan bahwa kekurangan seseorang bukanlah bahan hiburan. Setiap peserta didik diharapkan mampu menghargai diri sendiri maupun orang lain. Jika pernah bercanda terlalu jauh, berani meminta maaf merupakan bentuk kedewasaan dan tanggung jawab.
Melalui amanat tersebut, warga MAN 3 Aceh Selatan diajak untuk membangun budaya madrasah yang ramah, saling menghargai, dan penuh empati.
“Boleh bercanda, tetapi tetap beradab. Boleh tertawa, tetapi tetap menjaga perasaan. Boleh dekat dengan teman, tetapi tetap menghargai batas.”
Kegiatan upacara ditutup dengan pesan untuk terus menjadikan MAN 3 Aceh Selatan sebagai madrasah yang ramah, berkarakter, dan menjunjung tinggi akhlak dalam setiap pergaulan.
MAN 3 Aceh Selatan — Cerdas, Mandiri, Islami!
Penulis: Ermit Salisda